Time Heals Nothing Before You Accept Yourself
Crazy how trauma makes you push people away when all you want is love. I wake up to look at the broken pieces of me, collect them, and live a normal life as usual.
Freud percaya bahwa pengalam masa kecil memberikan andil yang besar terhadap perkembangan individu, pengalaman tersebut terinternalisasi menjadi kepribadian dan bermanifestasi menjadi perilaku yang di perlihatkan oleh individu. pengalaman selama rentang kehidupan mengembangkan sebuah mekanisme pertahanan diri yang akan muncul ketika individu merasa terancam oleh lingkungan sekitarnya, ia melindungi dirinya dengan balutan benang yang tersusun rapi menjadi sebuah kain yang tak mampu dilihat indah oleh lingkungan sosialnya. Kerap kali kain itu mengikat dan melilit tubuhnya, ia percaya bahwa kain yang terlilit dalam tubuhnya akan menjaga tubuhnya dari goresan benda tajam diluar sana namun tanpa ia sadari bahwa ikatan kain tersebut semakin kencang setiap harinya dan melukai dirinya. Rasa sakit lilitan tersebut membuatnya bersusah payah keluar, namun ia lupa dimana ikatan kain yang melilit itu? seorang datang menghampirinya, ia ingin membantunya untuk membuka ikata tersebut namun sayang ia terlalu takut sewaktu-waktu orang tersebut mengikatnya kembali dengan ikatan yang sama. Kain tersebut akan tetap membungkusnya hingga ia sadar bahwa ia tak bisa sendiri melepaskannya, ia perlu untuk melepas dengan orang lain dan memperbaiki lilitan kain agar menjadi gaun yang indah.
Waktu tak akan bisa menyelesaikan semuanya, waktu hanya mengulur untuk kamu menyelesaikan apa yang belum usai, tak akan ada yang selesai sebelum kita mampu melihat diri dalam keadaan terburuk, tak akan ada yang benar-benar usai sebelum kita mampu menerimanya sebagai bagian dari diri kita, walaupun terkadang situasi mengingatkan kita kembali akan peristiwa lama, memperlihatkan lagi luka lama namun tidak lagi kehilangan dirimu. ketika itu datang berikan waktu dan ruang untuk memperbaiki kembali semuanya.
"Cukupkanlah ikatanmu, Relakanlah yang tak seharusnya untkukmu" - Kunto Adjie
Komentar
Posting Komentar