Something that I've been learning lately is all about process

Merenungkan kembali momen-momen bangkit dan patah dalam hidup, ia kembali sebagai seseorang yang berbeda. Tidak lagi terburu-buru menjadi kuat, tidak lagi memaksa dirinya baik-baik saja. Ia hanya belajar menerima bahwa beberapa luka memang perlu waktu, dan beberapa proses memang harus dijalani perlahan.

Dalam perjalanan mengingat kembali titik-titik bangkit dan patah yang pernah ia lalui, ia menyadari bahwa dirinya kini kembali dengan bentuk yang perlahan ia kenali. Seseorang yang terus mencoba memahami proses, betapapun berat langkahnya. Patah yang datang kali ini tak seperti sebelumnya, ia hadir dalam diam yang asing, dalam riuh yang sibuk berputar di kepala tanpa jeda. Ia bertanya kepada malam, kepada dirinya sendiri, kepada udara yang lewat "sampai kapan dan dimana? Dan di tengah kesunyian itu, ia sadar bahwa proses itu membawanya pada titik keberanian untuk tetap melangkah, meski gemetar; keberanian untuk tetap bernapas, meski sesak; keberanian untuk membuka ruang bagi dirinya sendiri untuk tumbuh, meski pertumbuhannya lambat dan tak selalu terlihat. Ia mulai menyadari bahwa mungkin tujuan hidup bukanlah membungkam riuhnya, melainkan belajar berjalan berdampingan dengannya. Belajar menerima bahwa luka tidak harus lenyap agar seseorang bisa melangkah, bahwa kebingungan tidak harus terjawab untuk menjadikan perjalanan berarti. 

Proses kali ini memang lebih panjang, namun dalam bentuk dirinya yang baru, ia tak lagi menuntut kesempurnaan. Ia belajar menikmati setiap lekuk perjalanan, menyadari bahwa setiap ketidakpastian justru membawanya pada pemaknaan hidup yang lebih penuh, lebih tulus, lebih berani untuk mencintai dirinya sendiri. Jalannya mungkin tidak pasti, namun tujuannya selalu sama: menjadi diri yang terus tumbuh, perlahan tapi pasti.


With Love,

Dinda

Komentar

Postingan Populer