Be the good girl you always have to be

Pernahkah kalian merasa marah dan kecewa akan suatu keadaan? ataupun marah dengan orang-orang yang mungkin meninggalkan kenangan kurang menyenangkan dalam hidup kalian? Jika memang iya kalian adalah manusia dan rasa marah itu sebagai respon dari kondisi kalian yang sedang tidak baik-baik saja dalam menghadapi suatu hal yang tidak menyenangkan. Namun, pernahkah kalian berfikir bahwa amarah yang terlalu besar hingga tidak bisa kamu kontrol adalah sebuah hal yang tidak wajar? saya rasa kita perlu memahami emosi yang satu ini bukan?.

Dulu seringkali saya marah tanpa sebab dengan orang lain, bahkan dengan pemikiran saya sendiripun membuat saya marah dan meninggalkan orang tersebut. Namun, saya memahami bahwa itu adalah sesuatu hal yang tak wajar, cara saya menyampaikan emosi marah dengan cara membentak, melukai orang-orang yang tak sejalan dengan saya hingga saya memahami bahwa amarah tersebut membalut diri saya dengan sempurna, ia tau bahwa dalam hati gadis kecil yang baik ini tersimpan amarah yang telah lama terpendam.

Mempelajari ilmu psikologi membuat saya faham bahwa emosi tersebut harus saya lepaskan dengan cara yang baik sehingga tak ada yang perlu terluka, saya mulai memahami mekanisme kerjanya sehingga ketika saya dipertemukan dengan kondisi yang sama saya tidak akan menjadi wanita pemarah yang temprament (walaupun kadang lost control hehe). saya yakin banyak diantara kita yang tak mampu mengekspresikan setiap emosi yang kita rasakan, mencari pelarian akan hal itu, mencoba melupakannya dan berpura-pura hidup normal tanpa beban. Dari kondisi yang pernah saya alami saya memilih untuk hidup bermakna dengan  menyediakan ruang untuk siapapun yang butuh tempat untuk berbagi tanpa adanya judgment, terkadang hal tersebut memang berat saya lakukan kepada seseorang yang pernah memberikan kenangan tak menyenangkan, namun setelah saya fikirkan bahwa selalu ada alasan seseorang melakukan hal tersebut dan saya mencoba untuk memaafkan setiap kejadian itu.

Kalian tau pilihan yang saya ambil mungkin dianggap terlalu berlebihan oleh beberapa orang, siapa yang mau menampung beban hidup orang lain ditengah hidup sendiri masih belum benar katanya. Namun yang perlu kalian ketahui adalah saya merasa bersyukur ketika orang tersebut memilih saya untuk berbagi ceritanya, kita tidak pernah tau seberapa besar usahanya untuk meyakinkan diri berbagi kepada orang lain, seberapa lama ia bertahan dengan kondisi yang tidak menyenangkan itu, seberapa besar tenaga yang ia keluarkan untuk terlihat baik. kadang yang kita anggap remeh begitu berharga bagi orang lain dan saya menyukai setiap cerita yang mereka sampaikan pada saya, setidaknya saya mampu belajar mengenai hidup yang mungkin tak pernah saya rasakan sebelumnya.

Teringat kata kawan saya setelah salah satu adik asuh komunitas kami menceritakan kehidupannya yang sangat luar biasa "JANGAN PERNAH BERHENTI MEWARNAI JUTAAN MIMPI DI BUMI DINDA" awalnya saya tidak memahami makna dari kata tersebut hingga saya mendapatkan pointnya bahwa mungkin sebelum betemu dengan mu orang tersebut telah menyerah akan kehidupannya, menyerah untuk menggapai mimpi-mimpinya, menyerah untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik lagi dan memilih pasrah akan keadaan hingga bertemu dan berinteraksi denganmu membuatnya sadar bahwa selalu ada harapan bagi ia yang tak ingin menyerah bahkan ia pun tak akan pernah merasa sendiri ditengah dunia yang menggila ini.

Komentar

Postingan Populer