17 Agustus (Sebuah Opini Singkat dari Seorang Rakyat Indonesia)
Hallo semuanya, mari kita menuliskan apa yang sedang berselancar dalam hati dan fikiran ini.
Hari ini merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76, Sebagai seorang warga Indonesia tentu saja kita merayakan dengan khidmat serta penuh suka cita. Momentum ini tentunya memiliki makna yang begitu luar biasa bagi rakyat Indonesia, hari dimana Indonesia meresmikan kemerdekaannya, hari dimana rakyat mengharapkan kebebasan dari belenggu kolonialisme yang telah merenggut banyak jiwa serta harta selama berabad-abad.
Pemaknaan hari kemerdekaan ini sebagai sebuh refleksi untuk menilik kembali tahun-tahun yang telah berlalu, apakah momentum ini hanya ceremonial belaka atau sebuah momentum untuk mengevaluasi serta memperbaiki apa yang salah? ah sudahlah jawabannya hanya kita sendiri yang tau dan tentunya semua itu tergantung pada subjektivitas kita, namun do'a yang sama yang akan kita haturkan semoga indonesia lebih baik lagi dan lebih maju lagi baik itu SDM hingga pemanfaatan sumber daya alamnya. Dalam hal ini banyak yang mendedikasikan diri untuk mengabdi kepada negara, ada yang lantang menyuarakan penindasan serta ada pula yang rela bertaruh nyawa sebagai garda terdepan penanganan COVID-19, adapula yang mendedikasikan diri untuk menciptakan generasi penerus bangsa yag cinta tanah air serta tangguh menyuarakan ketidakadilan.
Namun tidak bisa kita pungkiri kalau kemerdekaan ini tidak lepas dari peran para pemuda, pemuda yang gigih serta bertekad demi bangsa Indonesia. Dahulu perjuangan para pemuda bisa menghasilkan sesuatu kebanggan bagi bangsa, pemuda sekarang pun demikian banyak yang mengharumkan nama Indonesia melalui banyak hal. Mirisnya walaupun banyak pemuda yang mengharumkan nama bangsa, ada beberapa keresahan dari saya ketika melihat pemuda jaman sekarang yang lebih memilih menghabiskan waktu untuk membuka aplikasi di smartphone serta berlomba-lomba menuhankan infomrasi yang di dapatkan walaupun bemlum tentu benar, banyak pula yang merelakan masa mudanya untuk menghancurkan diri sendiri dan masa depannya (silahkan difikirkan sendiri perilakunya). hal tersebut mngingatkan saya pada quotes yang sering muncul pada beranda saya yaitu dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajah namun sekarang berjuang melawan warga negaranya sendiri.
Setelah ini mari kita refleksikan diri untuk melihat pemaknaan serta pembelajaran dari setiap peristiwa, para pemuda yang memilih bangkit walaupun banyak hal yang mengharuskan untuk menyerah.
with Love
Dinda
Komentar
Posting Komentar