TALK ABOUT SEXUAL HARASSMENT (BEROPINI 2)

Sebelum membicarakan tentang issue yang sedikit sensitif ini, first of all kita sepakat dulu dan sadar bahwa semua orang berpotensi jadi pelaku ataupun korban sexual harassment tanpa memandang gender, religion, status social, etc.

Lalu stop blaming korban ataupun ngebully pelaku, karena keduanya tentu punya efek psikologisnya masing-masing, misal si korban bisa aja mengalami trauma, self esteem yang rendah dll dan untuk pelaku tentunya bullying yang dimaksut adalah menyangkut pautkan pada keluarga ataupun religi yang nantinya bisa saja memberikan stereotipe kepada kalangan etnis tertentu. 

Mari kita fikirkan bersama-sama cobalah untuk fokus pada apa yang menjadi poin permasalahannya ataupun mencari jalan keluar dari masalah tersebut bukan fokus pada siapa pelaku/korbannya, bagaimana keadaan keluarganya, bagaimana lingkungannya, lalu akhirnya ke agama. 

Oke disini aku ga bilang aku yang paling bener mengenai hal ini, tapi aku pengen kita sama sama BELAJAR tentang sexual harassment, so kalo aku ada salah ataupun kekurangan bisa banget di coment. Nah agar postingan ini lebih simple dan tidak berbelit belit kita langsung aja membahas topic ini dengan pertanyaan awal sebetulnya apasih sexual harassement itu ?

Sexual Harassement atau yang biasa kita kenal dengan kekerasan seksual adalah segala bentuk perilaku sexual yang tidak diinginkan dimana Sexual Harassment ini mencakup merayu yang berlebihan, ajakan untuk melakukan perilaku sexual baik itu secara verbal ataupun non verbal. Dari sini kita faham bahwa sexual harrasment ga cuma memegang, meraba, ataupun menyentuh bagian yang gaboleh disentuh tapi dengan ngomong, coment ataupun apapun itu yang berbau sexual dan orang yang kita tuju ga nyaman termasuk ke dalam sexual harassement loh.

Dampaknya sendiri bagi korban yaitu:

1. Adanya ganguan emosional yang meliputi dendam, marah, kesal, hingga perasaan tidak berdaya akan muncul.

2. Self Esteem (Rasa percaya diri) yang rendah.

3. Tentunya ada trauma, baik itu trauma jangka pendek maupun trauma jangka panjang.

4. Pastinya stress karena menjadi beban fikiran.

Beberapa hal yang bisa dilakukan ketika telah mendapatkan perilaku sexual harassment yaitu:

1. Menceritakan atau berani mengungkapkan hal yang dialami kepada orang yang dipercaya setidaknya untuk membagi beban yang dirasakan.

2. Korban dan pelaku disarankann untuk ke tenaga profesional baik itu psikolog maupun psikiater untuk melakukan tindakan penyembuhan dari trauma dll.

3. Melaporkan kepada pihak berwajib guna memberikan efek jera kepada pelaku.

Nah tadi kan udah nih langkah yang harus kita lakukan setelah mendapatkan perilaku tersebut, selanjutnya buat kita semua nih langkah preventif yang bisa dilakukan apa aja sih?

1. Buat kita semua coba deh belajar tentang pendidikan sexual, bro pendidikan sexual tidak serta merta menjelaskan tentang hal-hal intim atau hal-hal yang engga senonoh melainkan pendidikan bina diri yang lebih difokuskan pada perkembangan sexual. selain itu pendidikan sexual itu bisa disesuaikan dengan usia loh. Misal anak anak udah mulai nih diajarin bagian tubuh yang boleh disentuh dan boleh diliat oleh org lain, memasuki usia anak anak awal diajarkan bagaimana caranya melakukan toilet training, beda lagi ketika memasuki usia remaja pendidikan sexual yang diberikan mungkin tentang perubahan tubuh serta cara menyikapinya baik remaja laki-laki ataupun perempuan, ketika masuk remaja akhir mungkin bisa diajarkan mengenai bahaya dari sex bebas dll.

2. Mulai sekarang belajar untuk menghargai gender, kenapa kita harus belajar menghargai gender karena dengan itu kita mampu memberikan perilaku sesuai dengan batas wajar antar gender tersebut dimana perilakunya tidak menyinggung dan tidak menimbulkan hal-hal yang intim.

3. Jika kita pernah menerima perilaku tersebut segera datang ke tenaga profesional baik itu psikolog ataupun psikeater untuk menyembuhkan trauma, hal tersebut dikarena ketika waktu kecil korban mendapatkan perlakuan tersebut bisa saja ketika dewasa nanti menjadi pelaku sexual harassment.

4. Bagi kalian yang dipercaya untuk mendengarkan cerita korban berusaha untuk care dan memberikan simpati ataupun empati karena dari hal tersebut kita bisa belajar mengenai buruknya perilaku tersebut dan tidak tertarik untuk melakukannya.

Semoga bermanfaat yah!

Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca.

with love

Dinda

Komentar

  1. Terima kasih infonya, sangat bermanfaat 🤗🤗. Ditunggu tulisan tulisan selanjutnya

    BalasHapus
  2. Semoga berkah dan bermanfaat
    Sukses selalu.!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer